Mahakam Stream

Sungai terpanjang di Kalimantan Timur yang memanjang mulai dari Kabupaten Kutai Barat, Kutai Kertanegara dan Samarinda. Hulu sungai di Perbukitan Meratus dan bermuara di Selat Makasar. Panjang Sungai sekitar 950 km (Wikipedia-Indonesia). Sungai berliku-liku atau bermeander (Anastomotic) dan membentuk foot print delta mahakam dimuaranya. Sisa-sisa meander yang kuat sehingga meninggalkan danau-danau besar (oxbow lake) dan dataran-dataran banjir yang luas.

December 03, 2009

ITAIPU DAM....sebuah contoh

Mengelola dan memanfaatkan sungai mahakam yang besar membutuhkan sebuah tekad yang kuat dari segenap elemen masyarakat yang dilaluinya, dan tentunya sangat ditentukan oleh pemerintah sebagai pihak eksekutif. Pemerintah mesti mampu membawa pemikiran baru dan perubahan untuk kesejahteraan masyarakat. Dan sebagai batasan contoh adalah bagaimana memanfaatkan mahakam secara seutuhnya, memadukan sungai mahakam dan unsur-unsur sumber daya yang lain sebagai sumber energi yang terbarukan. Dan salah satu pemberdayaannya adalah seperti tulisan yang lalu, mungkinkah mahakam menjadi pembangkit listrik?

Supaya pemikiran kita lebih tersengat dan tergugah, kini kita harus belajar dari Itaipu Dam. Sebenarnya bisa juga kita belajar dari dam-dam yang sudah ada di negeri kita, tapi biar lebih fenomenal tidak ada salahnya kita melihat Itaipu Dam, sebagai Dam terpanjang di dunia.

Itaipu Dam adalah dam yang berada di perbatasan negara Paraguay dan Brazil. Dam ini mulai direncanakan dari tahun 1960 melalui pembicaraan bilateral antara Paraguay dan Brazil. Perjanjian ini dilakukan karena sungai yang akan dibendung yaitu sungai Parana melintasi ke dua negara. Kesepakatan dicapai tahun 1966 dan mulai Februari 1971 pembangunan dam dimuali. Nama dam Itaipu diambil dari nama daerah dimana dam tersebut di letakkan. Pembangunan dam Itaipu ini tujuan utamanya adalah untuk membangun pembangkit listrik bertenaga air dan akhirnya pengelolaan daerah aliran sungai secara menyeluruh, seperti kelestarian lingkungan penyangga, transportasi air, wisata dan habitat air dan darat disekitar sungai tersebut.

Pembangunan dam Itaipu berakhir Mei 1984, artinya membutuhkan konstruksi 13 tahun atau jika dihitung mulai dari perencanaan sampai produksi listrik sekitar 24 tahun. Sungguh waktu yang tidak pendek, dibutuhkan para pemimpin visioner dan tidak oportunis dengan jabatan untuk menghasilkan karya ini. Inilah moment yang patut ditiru oleh para pemegang kendali negeri dan daerah.

Dam Itaipu mempunyai panjang total 7700 m dengan ketinggian 196 m. Setelah dipakai untuk menggerakkan 20 turbin yang terpasang mampu menghasilkan daya listrik 14 giga watt (14000 MW) dan ini adalah pembangkit listrik tenaga air terbesar kedua di dunia setelah Three Gorges Dam di RRC. Dana yang dibutuhkan untuk membangun 19,6 milyar USD. Listrik yang dihasilkan diserap oleh Paraguay 80% dan sisanya untuk Brazil.

Pada tahun 1979, dicapai kesepakatan baru tentang pengelolaan Itaipu dam meliputi 3 negara yaitu Paraguay, Brazil dan Argentina, karena pada kenyataannya pengaruh dam ini ada di 3 negara tersebut. Pengelolaan dam dilakukan oleh sebuah lembaga bernama Usina Hidrelektica Binacional Itaipu sampai tahun 2023. Pada tahun 1994 Itaipu dam dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban bangunan modern di dunia.

Sungai Parana
Sungai Parana yang dibendung menjadi Itaipu dam ini merupakan sungai terbesar ke dua di Amerika Selatan setelah sungai Amazon. Panjang sungai 2570 km (1600 miles) melintasi 3 negara, Paraguay, Brazil dan Argentina. Jika dihitung yang sebenarnya dari bagian hulunya dari sungai Paranoiba di Brazil maka panjang sebenarnya sungai mencapai 3998 km.
Karena kelewat besarnya, sungai ini disebut sebagai sungai Parana, berasal dari bahasa Tupi yang berarti "seperti laut". Sungai Parana setelah dibendung akhirnya menjadi sangat efektif pemanfaatannya, disamping sebagai penggerak turbin juga sebagai pengendali banjir di Brazil dan Argentina, juga sebagai sarana transportasi yang efektif di daerah-daerah yang dilaluinya.


October 26, 2009

Sungai Mahakam sebagai Pembangkit Listrik

Mungkinkah Sungai Mahakam jadi Pembangkit Listrik?

Pertanyaan ini akan membawa efek yang menyeluruh terhadap perkembangan peradaban di Kalimantan, terutama Kalimantan Timur. Beberapa sungai besar ada di Kalimantan, tapi belum dapat diendus apakah DAS Mahakan atau sungai-sungai yang lain potensial untuk pembangkit tenaga listrik. Jika dilihat dari potensi, mestinya bisa, ini sih masih asumsi...tentu dibutuh tenaga-tenaga pakar yang harus meneliti potensi tersebut.

Krisis listrik terjadi di hampir semua wilayah negeri ini, tidak luput Kalimantan Timur (terutama Samarinda, interkoneksi Mahakam). Ketergantungan energi listrik menjadi tuntutan manusia, karena hampir semua perabot rumah tangga, jika dituruti mesti pakai listrik. Dan belum lagi untuk kebutuhan di tingkat komersiil seperti industri dan pusat-pusat perbelanjaan. Singkatnya, listrik sudah menjadi 3 kebutuhan inti manusia disamping air dan sembako.

Saat ini sedang dimulai percepatan pembangunan pembangkit listrik 10000 MW ke II, tetapi masih mengandalkan batubara sebagai bahan utama pembangkit, sehingga pada 2010 negeri kita akan mengkonsumsi 60 juta ton batubara tiap tahun.....dan bisa dibayangkan, tentu akan terjadi eksploitasi batubara secara besar-besaran di negeri ini.

Kenapa dipilih pembangkit listrik dengan bahan batubara, tentu alasan yang utama adalah murah dan praktis, tak ubahnya kita menyewa generator listrik bisa di lokasi mana saja dan bisa cepat beroperasi. Unsur praktis bisa diterima, tapi jika unsur murah? Belum tentu, karena bahan utamanya adalah batubara, yang notabene batubara dihasilkan dari hasil penambangan dan tentu semua tahu kalau tambang adalah salah satu industri yang biayanya cukup mahal, kecuali tambang-tambang yang asal gali lobang. Artinya, lambat atau cepat akan menjadi mahal juga pembangkit batubara. Apalagi jika harga batubara berbanding lurus dengan harga minyak bumi. Buktinya, tahun 2008 bebepara pembangkit tidak bisa beroperasi karena kekurangan bahan baku yang susah didapat. Pembangkit batubara sebaiknya dikendalikan, tidak ditebar diseluruh negeri seperti jamur di musim hujan.

Energi air? Kenapa potensi yang besar di negeri tropis ini tidak diupayakan secara optimal? Memang untuk membangun pembangkit listrik bertenaga air, dibutuhkan nyali besar karena sifatnya permanen dan tentu tidak bisa jadi ajang bisnis jual beli bahan baku seperti batubara. Tapi inilah energi harapan sebenarnya, sekali investasi mampu bertahan puluhan tahun dan tanpa direpotkan polemik bahan baku. Apalagi jika pembangkit ini dibangun di Kalimantan, yang secara sumber daya air sangat melimpah. Pertanyaan lanjut adalah siapa yang mesti mengambil inisiatif untuk memulai? Rakyat? Pemerintah? Atau Wakil Rakyat?

October 08, 2009


MT
Daerah dataran banjir mahakam (flood plain) selain menyisakan rawa-rawa, juga merupakan daerah cukup untuk lahan pertanian...dan yang pasti untuk mengembala kerbau (uih...asoi!). Pemandangan ini akan ditemui ditepian mahakam yang mengarah ke daerah-daerah perbukitan. Karena rumput-rumput untuk makanan ternak sangat melimpah.

October 07, 2009

Sisi lain Mahakam


MT
Memburu harta karun di Sungai Mahakam

January 21, 2009

KONSERVASI MAHAKAM BELUM TERLAMBAT

MT
Sungai Mahakam sangat menarik perhatian saya. Hampir 7 tahun saya melintasi sungai mahakam, pagi dan sore saat berangkat dan pulang kerja. Kesan yang timbul, mahakam tetaplah mempesona dan menyimpan gairah energi sehingga selalu menggelitik pikiran saya. Personifikasi ini mungkin agak berlebihan. Dan mungkin juga bagi sebagian orang mahakam adalah sungai yang biasa-biasa saja, atau bahkan kurang menakjubkan dibanding sungai-sungai yang lain diluar sana. Tapi bagi saya mahakam tetaplah menarik, bentukan bentang alam yang istimewa untuk diteliti dan yang pasti harus dikonservasi. Untuk itu saya tertarik untuk membuat blog ini, khusus untuk mahakam..Mungkin tidak bisa merubah atau secara ekstrim mengkonservasi secara utuh, tetapi setidaknya membawa wacana tentang pentingnya konservasi daerah aliran sungai (river basin) disaat banyaknya kejadian bencana alam karena mulai terjadinya kemerosotan mutu lingkungan.

Bahkan terbersit juga harapan saya agar ada suatu gerakan untuk megkonservasi sungai-sungai besar yang ada di Indonesia. Karena saya tinggal di tepian mahakam, maka sungai inilah yang jadi obyek saya terlebih dahulu untuk menuangkan pemikiran.

Banyak orang mulai mengabaikan lingkungan sebagai habitatnya yang hakiki. Sehingga lingkungan tidak pernah dijadikan indikator peradaban. Akibatnya bencana alam akan terus bermunculan dan cenderung berekskalasi meningkat dan meluas.

Apa hubungannya bencana alam dengan sungai mahakam? Inilah pertanyaan yang penting. Saat ini mahakam masih menjadi sahabat bagi habitat disekitarnya. Mahakam masih belum menjadi ancaman bagi keseluruhan ekosistem yang dilalui alur itu. Sehingga belum terlambat bagi kita untuk melakukan upaya konservasi terhadap sungai ini. Kira-kira itulah jawaban dari pertanyaan tersebut, sebelum terlambat dan terlanjur menjadikan bencana, mahakam harus tetap dipelihara (konservasi).

January 17, 2009

URAT NADI MAHAKAM

MT

Urat Nadi Mahakam 2

Masih tentang kedahsyatan energi yang dimiliki oleh Mahakam. Sebenarnya Mahakam tak ubahnya seperti sungai-sungai, selokan, atau parit-parit di seluruh dunia ini. Secara fisik-mekanis memang seperti itu. Ia menjalankan hukum alam sebagai media untuk mengalirkan air. Hanya saja Mahakam sungguh luar biasa, ia menggeliat ratusan kilo meter membelah Kalimantan Timur. Dan Mahakam inilah sebenarnya cikal bakal seluruh kekayaan perut Kalimantan Timur. Sumberdaya alam yang dilahirkan tak terhingga dan tak ternilai harganya, mulai dari butir pasir sampai butir emas, mulai dari tetesan air dari daun di hulunya sampai jutaan kubik air bersih yang disedot tiap hari tanpa henti. Bahkan mulai dari rembesan halus bulir minyak (seepage) sampai ribuan barel minyak dikuras dari juntai-juntai muara Mahakam. Belum lagi sumberdaya hayati yang menghuni disekitar sungai itu sebagai habitatnya. Hal ini pasti tidak disadari, bahwa energi Mahakam inilah yang merajut seluruh sumberdaya-sumberdaya tersebut. Sehingga tidak selayaknya Mahakam diperlakukan secara tidak adil atau bahkan memperkosanya tanpa batas. Sampai kapan? Jika perlakuan terhadap urat nadi Mahakam ini tidak dikendalikan secara akal sehat, tidak mustahil dalam waktu sekejap Mahakam yang mempesona dan dibanggakan akan menjadi mengerikan, airnya menjadi hitam pekat, berbau busuk dan yang pasti menjadi sumber bencana bagi ekosistem sekitarnya, terutama kekerabatan homo sapien, ya manusia itu sendiri.

Jika almarhum Gesang hidup di tepian Mahakam, mungkin akan lahir ribuan kata syair kegaguman yang mengalun menjadi untaian nada yang indah. Sebagai ungkapan akan aura dan pesona Mahakam itu. Mungkin akan lebih termasyur dari syair bengawan solonya. "Mahakam riwayatmu kini?" Ini adalah kata-kata yang menantang. Maksudnya, akankah habis riwayatnya sehingga diakhir hanya mensisakan penderitaan bagi generasi berikutnya.Tentu ini tidak diinginkan! Lalu mesti bagaimana?.

Samarinda sebagai contoh, kota ini adalah salah satu kota yang dibelah oleh Mahakam 00o,5 LS dan 117o,1 BT menjadi sangat tergantung dan terpengaruh oleh Mahakam, maka sudah sewajarnya perhatian yang serius perlu ditujukan untuk Mahakam. Karena hanya Mahakamlah yang mampu menampung seluruh limpasan air dari kota itu. Roda perekomomian di kota itu juga sangat tergantung oleh Mahakam sebagai media transportasinya. Kota ini memiliki ketinggian hampir menyamai permukaan air sungai, makanya sangat terpengaruh oleh kondisi sungai itu sendiri. Hal ini sangat terasa jika musim basah tiba, curah hujan berkepanjangan bisa berakibat buruk bagi kota ini. Pengaruhi pasang surut air laut juga sangat terasa di sungai ini, bahkan bisa mencapai +2.3 m. Maka tidak heran, pada saat pasang besar di tepian mahakam mulai digenangi air. Periodenya tidak panjang, tapi bisa menjadi masalah serius jika pada kondisi itu juga turun hujan dengan intensitas tinggi seperti pada saat musim basah. Yang pasti adalah banjir. Samarinda akan terkepung banjir, bahkan tenggelam.

Coba direnungkan sejenak, untuk dipikirkan lebih jauh. Mahakam dibutuhkan untuk kelangsungan hidup, maka sudah selayaknya mahakam diperlakukan secara bijaksana, supaya tragedi Ciliwung tidak menular ke Mahakam. Konservasi Mahakam adalah suatu keharusan. Lay out Mahakam dari hulu sampai hilir menjadi sangat penting untuk segera dibuat. Tidak hanya tata kota, tata kelola DAS Mahakam dan sungai-sungai besar lain di Indonesia juga harus dikaji lebih serius.

Tulisan ini semata-mata sebagai kejutan terhadap saraf kesadaran kita akan pentingnya kesetimbangan ekosistem di daerah aliran sungai, terutama Mahakam. Jadi diskusi ini akan terus berlanjut, so...silakan bergabung dan beri terus masukan agar energi Mahakam tidak cepat redup.

Urat Nadi Mahakam 1
Sungai Mahakam adalah sungai terbesar yang berada di Kalimantan Timur, bahkan bagian dari sungai yang cukup legendaris di Indonesia selain S.Batanghari, S. Musi, S. Barito dan S. Bengawan Solo. Memang tidak selegendaris Bengawan Solo, yang didendangkan sejak dulu kala. Tapi jangan salah, bahwa Sungai Mahakam sebetulnya adalah urat nadi bagi Pulau terbesar di Indonesia ini. Geliat arusnya menympan kekuatan energi yang sangat dahsyat! Akankah nantinya tinggal kenangan?!