Mengelola dan memanfaatkan sungai mahakam yang besar membutuhkan sebuah tekad yang kuat dari segenap elemen masyarakat yang dilaluinya, dan tentunya sangat ditentukan oleh pemerintah sebagai pihak eksekutif. Pemerintah mesti mampu membawa pemikiran baru dan perubahan untuk kesejahteraan masyarakat. Dan sebagai batasan contoh adalah bagaimana memanfaatkan mahakam secara seutuhnya, memadukan sungai mahakam dan unsur-unsur sumber daya yang lain sebagai sumber energi yang terbarukan. Dan salah satu pemberdayaannya adalah seperti tulisan yang lalu, mungkinkah mahakam menjadi pembangkit listrik?
Supaya pemikiran kita l
ebih tersengat dan tergugah, kini kita harus belajar dari Itaipu Dam. Sebenarnya bisa juga kita belajar dari dam-dam yang sudah ada di negeri kita, tapi biar lebih fenomenal tidak ada salahnya kita melihat Itaipu Dam, sebagai Dam terpanjang di dunia.
Itaipu Dam adalah dam yang berada di perbatasan negara Paraguay dan Brazil. Dam ini mulai direncanakan dari tahun 1960 melalui pembicaraan bilateral antara Paraguay dan Brazil. Perjanjian ini dilakukan karena sungai yang akan dibendung yaitu sungai Parana melintasi ke dua negara. Kesepakatan dicapai tahun 1966 dan mulai Februari 1971 pembangunan dam dimuali. Nama dam Itaipu diambil dari nama daerah dimana dam tersebut di letakkan. Pembangunan dam Itaipu ini tujuan utamanya adalah untuk membangun pembangkit listrik bertenaga air dan akhirnya pengelolaan daerah aliran sungai secara menyeluruh, seperti kelestarian lingkungan penyangga, transportasi air, wisata dan habitat air dan darat disekitar sungai tersebut.
Supaya pemikiran kita l
ebih tersengat dan tergugah, kini kita harus belajar dari Itaipu Dam. Sebenarnya bisa juga kita belajar dari dam-dam yang sudah ada di negeri kita, tapi biar lebih fenomenal tidak ada salahnya kita melihat Itaipu Dam, sebagai Dam terpanjang di dunia.Itaipu Dam adalah dam yang berada di perbatasan negara Paraguay dan Brazil. Dam ini mulai direncanakan dari tahun 1960 melalui pembicaraan bilateral antara Paraguay dan Brazil. Perjanjian ini dilakukan karena sungai yang akan dibendung yaitu sungai Parana melintasi ke dua negara. Kesepakatan dicapai tahun 1966 dan mulai Februari 1971 pembangunan dam dimuali. Nama dam Itaipu diambil dari nama daerah dimana dam tersebut di letakkan. Pembangunan dam Itaipu ini tujuan utamanya adalah untuk membangun pembangkit listrik bertenaga air dan akhirnya pengelolaan daerah aliran sungai secara menyeluruh, seperti kelestarian lingkungan penyangga, transportasi air, wisata dan habitat air dan darat disekitar sungai tersebut.

Pembangunan dam Itaipu berakhir Mei 1984, artinya membutuhkan konstruksi 13 tahun atau jika dihitung mulai dari perencanaan sampai produksi listrik sekitar 24 tahun. Sungguh waktu yang tidak pendek, dibutuhkan para pemimpin visioner dan tidak oportunis dengan jabatan untuk menghasilkan karya ini. Inilah moment yang patut ditiru oleh para pemegang kendali negeri dan daerah.
Dam Itaipu mempunyai panjang total 7700 m dengan ketinggian 196 m. Setelah dipakai untuk menggerakkan 20 turbin yang terpasang mampu menghasilkan daya listrik 14 giga watt (14000 MW) dan ini adalah pembangkit listrik tenaga air terbesar kedua di dunia setelah Three Gorges Dam di RRC. Dana yang dibutuhkan untuk membangun 19,6 milyar USD. Listrik yang dihasilkan diserap oleh Paraguay 80% dan sisanya untuk Brazil. Pada tahun 1979, dicapai kesepakatan baru tentang pengelolaan Itaipu dam meliputi 3 negara yaitu Paraguay, Brazil dan Argentina, karena pada kenyataannya pengaruh dam ini ada di 3 negara tersebut. Pengelolaan dam dilakukan oleh sebuah lembaga bernama Usina Hidrelektica Binacional Itaipu sampai tahun 2023. Pada tahun 1994 Itaipu dam dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban bangunan modern di dunia.

Sungai Parana

Sungai Parana yang dibendung menjadi Itaipu dam ini merupakan sungai terbesar ke dua di Amerika Selatan setelah sungai Amazon. Panjang sungai 2570 km (1600 miles) melintasi 3 negara, Paraguay, Brazil dan Argentina. Jika dihitung yang sebenarnya dari bagian hulunya dari sungai Paranoiba di Brazil maka panjang sebenarnya sungai mencapai 3998 km.
Karena kelewat besarnya, sungai ini disebut sebagai sungai Parana, berasal dari bahasa Tupi yang berarti "seperti laut". Sungai Parana setelah dibendung akhirnya menjadi sangat efektif pemanfaatannya, disamping sebagai penggerak turbin juga sebagai pengendali banjir di Brazil dan Argentina, juga sebagai sarana transportasi yang efektif di daerah-daerah yang dilaluinya.

