Sungai Mahakam sangat menarik perhatian saya. Hampir 7 tahun saya melintasi sungai mahakam, pagi dan sore saat berangkat dan pulang kerja. Kesan yang timbul, mahakam tetaplah mempesona dan menyimpan gairah energi sehingga selalu menggelitik pikiran saya. Personifikasi ini mungkin agak berlebihan. Dan mungkin juga bagi sebagian orang mahakam adalah sungai yang biasa-biasa saja, atau bahkan kurang menakjubkan dibanding sungai-sungai yang lain diluar sana. Tapi bagi saya mahakam tetaplah menarik, bentukan bentang alam yang istimewa untuk diteliti dan yang pasti harus dikonservasi. Untuk itu saya tertarik untuk membuat blog ini, khusus untuk mahakam..Mungkin tidak bisa merubah atau secara ekstrim mengkonservasi secara utuh, tetapi setidaknya membawa wacana tentang pentingnya konservasi daerah aliran sungai (river basin) disaat banyaknya kejadian bencana alam karena mulai terjadinya kemerosotan mutu lingkungan.
Bahkan terbersit juga harapan saya agar ada suatu gerakan untuk megkonservasi sungai-sungai besar yang ada di Indonesia. Karena saya tinggal di tepian mahakam, maka sungai inilah yang jadi obyek saya terlebih dahulu untuk menuangkan pemikiran.
Banyak orang mulai mengabaikan lingkungan sebagai habitatnya yang hakiki. Sehingga lingkungan tidak pernah dijadikan indikator peradaban. Akibatnya bencana alam akan terus bermunculan dan cenderung berekskalasi meningkat dan meluas.
Apa hubungannya bencana alam dengan sungai mahakam? Inilah pertanyaan yang penting. Saat ini mahakam masih menjadi sahabat bagi habitat disekitarnya. Mahakam masih belum menjadi ancaman bagi keseluruhan ekosistem yang dilalui alur itu. Sehingga belum terlambat bagi kita untuk melakukan upaya konservasi terhadap sungai ini. Kira-kira itulah jawaban dari pertanyaan tersebut, sebelum terlambat dan terlanjur menjadikan bencana, mahakam harus tetap dipelihara (konservasi).
Bahkan terbersit juga harapan saya agar ada suatu gerakan untuk megkonservasi sungai-sungai besar yang ada di Indonesia. Karena saya tinggal di tepian mahakam, maka sungai inilah yang jadi obyek saya terlebih dahulu untuk menuangkan pemikiran.
Banyak orang mulai mengabaikan lingkungan sebagai habitatnya yang hakiki. Sehingga lingkungan tidak pernah dijadikan indikator peradaban. Akibatnya bencana alam akan terus bermunculan dan cenderung berekskalasi meningkat dan meluas.
Apa hubungannya bencana alam dengan sungai mahakam? Inilah pertanyaan yang penting. Saat ini mahakam masih menjadi sahabat bagi habitat disekitarnya. Mahakam masih belum menjadi ancaman bagi keseluruhan ekosistem yang dilalui alur itu. Sehingga belum terlambat bagi kita untuk melakukan upaya konservasi terhadap sungai ini. Kira-kira itulah jawaban dari pertanyaan tersebut, sebelum terlambat dan terlanjur menjadikan bencana, mahakam harus tetap dipelihara (konservasi).
No comments:
Post a Comment